Sabtu, 02 Desember 2017

Ikut Terjun, Komunitas Sepeda Monas Dukung Aksi Reuni 212

Ikut Terjun, Komunitas Sepeda Monas Dukung Aksi Reuni 212

Opini Bangsa - Peserta aksi 212 hari ini cukup memadati area Monas. Meski demikian, komunitas sepeda yang biasa melakukan kegiatan di Monas tak merasa keberatan.

Ketua Komunitas ‘Sepeda Monas’, Yon Kusiono menegaskan bahwa aktivitasnya tidak terganggu dengan aksi hari ini. Bahkan, beberapa anggotanya juga turut memberikan kontribusi reuni.

“Kami Sabtu-Minggu selalu bersepeda di kawasan Monas. Dengan acara ini kami tidak keberatan,” ujarnya saat ditemui Kiblat.net di kawasan Monas pada Sabtu (02/12/2017).


“Bahkan, beberapa anggota kami ada yang ikut berkontribusi dengan memungut sampah. Menjaga supaya tetap bersih,” sambungnya.

Ia juga mendukung adanya acara ini, karena untuk meningkatkan persatuan. Maka, ia berharap umat Islam tidak mudah terpecah belah.

“Kami sangat mendukung acara seperti ini. Kita sesama umat Islam, harus bersatu,” terangnya.

Terakhir, ia menerangkan bahwa anggotanya dalam komunitas sepedanya ada ratusan orang. Dan dalam aksi hari ini, ada puluhan yang turut hadir. [opinibangsa.info / kn]
Cerita Bule Austria Terkejut Lihat Reuni 212 di Monas

Cerita Bule Austria Terkejut Lihat Reuni 212 di Monas

Opini Bangsa - Mike (40) bule asal Austria yang terpukau melihat keramaian massa reuni 212 di Monas, Jakarta. Baginya ini adalah pengalaman yang mengejutkan.

"Saya sudah pernah tinggal di negara Islam dan pernah merasakan Ramadhan dan perayaan Islam lainnya. Namun ini pengalaman yang sungguh mengejutkan," ujar Mike kepada detikcom saat ditemui di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Semula, Mike hanya berencana datang untuk melihat Monumen Nasional (Monas). Lalu saat datang dirinya terkejut melihat banyak warga berkumpul di Monas.

"Saya sedang berlibur dan ingin melihat Monas. Sungguh mengejutkan melihat banyak orang berkumpul di satu tempat dan merayakan acara keagamaan," lanjutnya.

Mike sempat mengabadikan foto-foto reuni 212 dari kamera miliknya. Mike juga tak segan melayani foto bersama para peserta reuni 212.

"Mereka ramah, sangat menyenangkan bisa melihat kegiatan ini," tutupnya.

Sebelumnya, sejak pagi massa reuni 212 telah berkumpul dan memadati area Silang Monas, Jakarta. Acara yang diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta musisi Ahmad Dhani. [opinibangsa.info / dtk]
Habib Rizieq: Aksi Bela Islam Hingga Al Quran Tegak di Indonesia

Habib Rizieq: Aksi Bela Islam Hingga Al Quran Tegak di Indonesia

Opini Bangsa - Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab memberikan sambutan dari kota Mekkah, Saudi Arabia pada acara Reuni Akbar 212. Dia menegaskan Aksi Bela Islam bukan sekadar pembelaan dari penistan Al Qur’an.

Habib Rizieq berpesan agar umat Islam tetap memegang kuat ajaran Islam. “Kuatkan niat, bulatkan tekad, untuk berpegang teguh dengan agama Allah dan tidak berpecah belah,” ungkap Habib Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di panggung Reuni Akbar 212, Monas, Jakarta Sabtu (2/12/2017).

Selanjutnya Habib Rizieq membacakan beberapa ayat Al Qur’an:

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفا

Surat An-Nisa’ ayat 76 itu artinya “Orang-orang yang beriman, mereka berperang fi sabilillah. Dan orang-orang kafir mereka berperang di jalan Thaghut, maka perangilah wali-wali setan, sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

Dalam ayat ini, lanjut Habib Rizieq, Allah menyampaikan informasi yang sangat berharga. “Bahwa tipu daya bala tentara setan itu lemah dan teramat rapuh.”

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu melanjutkan, sebesar apapun bala tantara setan mereka tetap rapuh. Bahkan, sekaya apa pun dan sehebat apa pun senjata mereka.

Habib Rizieq, yang saat ini masih bermukim di Araba Saudi, juga berpesan bahwa Islam adalah agama yang paling mulia. Maka dari itu, umat Islam tidak perlu merasa lemah.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Arti potongan ayat dalam Surat Ali Imran: 139 itu adalah “Janganlah kalian bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, dan kalian adalah umat yang paling mulia jika kalian beriman.”

“Aksi Bela Islam bukan sekadar pembelaan dari penistan Al Qur’an, tapi juga hingga Al Qur’an tegak di negeri ini. Ayat suci harus berada di atas ayat konstitusi,” pungkasnya. [opinibangsa.info / kn]
Milad 212, Spanduk Tolak Reklamasi Bertebaran di sekitar Monas

Milad 212, Spanduk Tolak Reklamasi Bertebaran di sekitar Monas

Opini Bangsa - Ratusan ribu umat muslim se-Indonesia menyelenggarakan Milad 212 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). Kegiatan Milad 212 ini dilangsungkan sejak subuh hingga waktu Salat Zuhur nanti.

Sedianya penyelenggara Milad 212 menyiapkan panggung utama di dalam area kompleks Monas. Namun gema acara itu membahana hingga kawasan Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini kegiatan Milad 212 masih berlangsung semarak. Para peserta tetap bertahan di acara yang dipakai untuk memperingati aksi damai 2 Desember 2016 lalu.

Kesemarakan acara tampak terlihat dengan padatnya bendera-bendera dari peserta Milad 212. Selain itu sejumlah spanduk acara juga terpasang pada pagar area Monas.

Menariknya dari beberapa spanduk yang terpasang, terdapat keinginan peserta Milad 212 kepada pemerintah untuk menolak reklamasi.

Diketahui, proyek reklamasi sempat menuai kontroversi di Jakarta. Pemerintah pusat ingin proyek reklamasi Teluk Jakarta tetap dilaksanakan.

Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki keinginan berbeda. Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak menginginkan proyek ini dilanjutkan. [opinibangsa.info / kci]
Berjalan Kaki Menuju Monas, Umat Islam Bogor: Kami Mencontoh Rasulullah

Berjalan Kaki Menuju Monas, Umat Islam Bogor: Kami Mencontoh Rasulullah

Opini Bangsa - Koordinasi Lapangan, Fitrah Asham mengatakan bahwa setelah berjalan kaki selama satu hari, umat Islam Bogor Raya tiba di Monumen Nasional, Jakarta. Massa juga dapat mengikuti shalat subuh berjamaah.

Adapun peserta long march Bogor-Jakarta sampai lokasi diperkirakan 03.00 WIB. Sedangkan peserta long march ada 80 orang yang diterdiri dari pemuda dan orang tua.

“Inilah bentuk partisipasi kami dengan long march sebagaimana para ulama terdahulu yang mendakwahkan agamanya dengan berjalan kaki,” ungkapnya kepada kiblat, Sabtu (02/12/2017).

“Kami pemuda Bogor juga bisa berjalan kaki dari Bogor-Jakartayang sebagaimana perjalanan Rasulullah dalam berdakwah,” lanjutnya.

Motivasi long march mencontoh semangat pejuang terdahulu. Menurutnya, orang-orang terdahulu berjalan kaki untuk menyampaikan syiar Islam.

“Kami ingin mencontoh semangat penjuang-pejuang mujahid kami terdahulu, dan kami juga ingin mengulang sejarah 212 dengan berjalan kaki, ” katanya di sekitar kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, semangat untuk ikut reuni 212 tak juga datang dari kalangan tua. Contohnya saja, anugerah pria yang berusia 41 tahun.

“Saya ingin ikut kemari bagian dari acara ini, dengan harapan agama islam berdiri di Indonesia ini,” ungkapnya kepada Kiblat.net.

“Tujuaan saya juga harapan dari persatuan di antara umat Islam,” sambungnya. [opinibangsa.info / kn]
Hadiri Reuni 212, Inilah Buni Yani, Sang Pahlawan Al-Maidah

Hadiri Reuni 212, Inilah Buni Yani, Sang Pahlawan Al-Maidah

Opini Bangsa - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian menghadiri Reuni Akbar 212 dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017.

Kehadiran Buni Yani di panggung Utama pun langsung disambut meriah oleh ribuan peserta Reuni Akbar 212 yang memadati Monas. Dalam kesempatan itu, salah satu ulama menyambut kedatangan Buni Yani.

"Alhamdulillah di sini telah hadir Buni Yani. Yang bertanya-tanya kehadiran Buni Yani di reuni akbar, ini beliau hadir," kata salah satu ulama yang langung disambut ucapan takbir.

Dia mengungkapkan berkat Buni Yani, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lengser dari kursi kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta. Dan kegiatan 212 ini menurutnya juga berkat jasa Buni Yani.

"Berkat beliau juga seluruh umat muslim di Indonesia bisa ada di sini," ujarnya yang disahut takbir oleh peserta reuni. “Buni Yani pahlawan Al Maidah” imbuhnya.

Dari pantauan tak ada satu patah kata pun yang disampaikan oleh Buni Yani. Diketahui Reuni Akbar 212 dan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah dan sejumlah tokoh politik dan agama. [opinibangsa.info / pi]
Ribuan Orang Bawa Bendera Tauhid, CNN Panik dan Bikin Judul Busuk: Ada Bendera HTI di Reuni 212

Ribuan Orang Bawa Bendera Tauhid, CNN Panik dan Bikin Judul Busuk: Ada Bendera HTI di Reuni 212

Opini Bangsa - Ratusan ribu massa memadati Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017 untuk turut hadir dalam acara Reuni Akbar 212.

Tak lupa, bendera Tauhid pun turut berkibar dalam acara tersebut.

Berkibarnya bendera Tauhid tersebut ternyata menjadi sumber kepanikan kantor media CNN.

Segera saja, postingan dengan judul "Ada Bendera HTI di Reuni Akbar Alumni 2123" meluncur dan membuat heboh netizen media sosial.

Berikut cuplikan berita yang dibagikan melalui akun twitter resmi CNN @CNNIndonesia.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) rupanya turut menjadi peserta dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 yang digelar di Lapangan Monas pada Sabtu (2/12).

Hal itu dilihat dari pelbagai bendera yang dibawa oleh sebagian peserta dalam acara yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB tersebut. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, banyak peserta yang membawa bendera organisasi yang dilarang oleh pemerintah tersebut.

Tak hanya bendera, HTI juga membawa satu unit mobil komando dengan perlengkapan sistem pengeras suara.

Framing jahat CNN ini kemudian menuai komentar dari netizen.






Ahmad Dhani Didoakan Massa Aksi Reuni 212

Ahmad Dhani Didoakan Massa Aksi Reuni 212

Opini Bangsa - Musisi Ahmad Dhani turut serta menghadiri acara reuni akbar Alumni 212, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar hari ini di kawasan Monas.

Dengan mengenakan kemeja serta kopiah berwarna hitam, kedatangan Dhani disambut antusiasme para peserta aksi alumni 212. Dhani langsung duduk di atas panggung bersama sejumlah tokoh dan ulama yang hadir.

Tak lama kemudian, tanpa sambutan atau orasi, Dhani langsung menyanyikan lagu aksi bela Islam, yang kerap dinyanyikan oleh para peserta aksi reuni akbar alumni 212 tersebut.

"Alquran Iman Kami, Alquran pedoman kami, Alquran Satukan kami. Aksi Bela Islam, aksi Bela Islam, aksi bela Islam, Allahu Akbar, Allah-Allahu akbar," ujar Dhani menyanyikan bait-bait lagu tersebut di atas panggung.

Usai membawakan lagu tersebut, lantas salah seorang ustaz yang hadir mengajak para peserta aksi untuk sama-sama mendoakan Ahmad Dhani, agar diberi kemudahan dalam menjalani kasus yang tengah dihadapinya saat ini.

"Kita doakan agar kasus yang menimpa Mas Dhani saat ini bisa cepat selesai," ujar salah satu ustadz di atas panggung.

Selain Ahmad Dhani, turut hadir pula sejumlah tokoh lainnya seperti Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, politisi senior Amien Rais, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, serta Presiden PKS Sohibul Iman.

Selain itu, ada juga artis dan penyanyi Opick, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif, Panglima Front Pembela Islam Munarman, Habib Novel Bamukmin, Buni Yani, Sekretaris pelaksana Reuni 212 Muhammad AL Khatthath, serta artis Limbad. [opinibangsa.info / vv]
Gus Nur: Yang Bilang Massa Reuni 212 Ini Bayaran, Buka Matamu!

Gus Nur: Yang Bilang Massa Reuni 212 Ini Bayaran, Buka Matamu!

Opini Bangsa - Sugi Nur Raharja atau yang biasa disapa Gus Nur membakar semangat massa Reuni Akbar 212. Dengan semangat berapi-api, dia menantang pihak-pihak yang menuding para peserta acara ini merupakan massa bayaran.

"Buka matamu! Kalau ada yang bilang kita demo bayaran, pasukan nasi bungkus, itu namanya matanya buta," tegas Gus Nur dari atas panggung di Monas, Sabtu (2/12/2017).

Dia pun menyindir Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang tak hadir dalam acara ini. Padahal, kegiatan ini juga merupakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"‎Saya enggak lihat mana menteri agama. Acara LGBT, segelintir orang kamu datang nangis-nangis," sindir Gus Nur.

Gus Nur menegaskan, aksi ini merupakan aksi yang diikuti oleh seluruh umat Islam, tanpa mengenal apa pun latar belakangnya.

"‎Ini Islam apa pun ormasnya. Kita berdoa untuk persatuan dan kesatuan. Hidup mulia atau mati syahid. Pulang slamet berangkat slamet," tandasnya. [opinibangsa.info / kci]
Opick: Tak Ada Muatan Politik dalam Reuni 212

Opick: Tak Ada Muatan Politik dalam Reuni 212

Opini Bangsa - Perayaan satu tahun aksi 212 yang digelar hari ini, Sabtu 2 Desember 2017 dikabarkan memiliki muatan politik di dalamnya. Meski ajang ini diakui hanya sebagai ajang silaturahmi alumni aksi 212 dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SWT.

Menanggapi hal tersebut, penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus atau akrab dikenal dengan nama Opick mengatakan bahwa kegiatan hari ini sama sekali tidak ada muatan politik di dalam acara reuni akbar dan Maulid Nabi hari ini.

"Tidak ada, hari ini tidak ada muatan politik, ini hanya kita mengukur persahabatan persaudaraan kita, Insya Allah demi kebaikan," kata Opick saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, 2 Desember 2017.

Opick turut hadir dalam Reuni 212 hari ini selain ikut salat Subuh berjamaah bersama peserta Reuni 212 tapi juga memimpin salawat. Selain Opick tampak hadir politikus Amien Rais.

Berdasar pantauan VIVA, hingga saat ini peserta Reuni 212 terlihat terus berdatangan memenuhi Monas dan sekitarnya. [opinibangsa.info / vv]
Reuni Alumni 212 Ingin Didengar Internasional, Amien Rais Berpidato dalam 3 Bahasa

Reuni Alumni 212 Ingin Didengar Internasional, Amien Rais Berpidato dalam 3 Bahasa

Opini Bangsa - Mantan Ketua MPR, Amien Rais memberikan pidatonya dalam acara reuni alumni 212, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada hari ini, Sabtu (2/12/2017).

Amien Rais menegaskan, apa yang dihelat hari ini akan didengar oleh seluruh dunia. Oleh karenanya, ada tiga bahasa yang digunakannya ‎atau ditranslate oleh Amien Rais.

‎"Tiga bahasa, bahasa Indonesia, Arab, inggris, supaya kita enggak diremehkan karena didengar oleh seluruh dunia," kata Amie Rais di Monas.

Bukan hanya itu, Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) juga berharap pidatonya tersebut tidak disalah artikan oleh masyarakat. Sebab, pasti terdapat pihak-pihak yang iri dengan umat islam.

"Karena kita kumpul untuk lilahi taala, kalau ada orang-orang yang pakai kata-kata syirik jangan kita dengarkan," tandasnya.


Diketahui, acara reuni alumni 212 dihadiri oleh dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Selain itu, ada juga Buni Yani. Adapun, kedatangan mereka untuk mengenang kembali satu tahun aksi 212‎.

Aksi kali ini memang dihadiri beberapa petinggi negeri ini. di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dua wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, serta beberapa ulama untuk meneberikan tausiyahnya pada massa aksi.

Dalam aksi yang digelar kali ini juga tetap menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya, peserta aksi tidak boleh menginjak rumput yang berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Berdasar pantauan Okezone di lokasi, sekira 5 orang dari Laskar Front Pembela Islam (FPI) orang yang menjaga area rumput agar tak dilewati oleh massa yang datang. Mereka pun dengan sigap melakukan teguran kepada massa yang hendak menapaki kakinya ke rumput.

Selain mereka berlima, sejumlah Laskar FPI juga disebar ke seluruh kawasan Monas dengan tugas yang sama, menjaga rumput Monas agar tetap asri. [opinibangsa.info / okz]
Meski Pakai Masker, Peserta Reuni 212 Tetap Kenali Titiek Soeharto

Meski Pakai Masker, Peserta Reuni 212 Tetap Kenali Titiek Soeharto

Opini Bangsa - Acara Reuni 212 di Monas benar-benar menjadi ajang bertemunya kembali tokoh-tokoh Islam untuk memperat tali persaudaraan dan saling memberi semangat perjuangkan Islam. Begitu sekali kenal maka akan kenal selamanya. Demikian yang dialami Titiek Soeharto yang menghadiri acara Setahun Aksi Damai Islam Menjaga Spirit Ukhuwah 212, Meski memakai masker, tapi tetap ada yang ngenalin.

“Wajah sudah saya tutupi dengan masker, tapi tetap ada yang mengenalin,“ ungkapnya sepulang acara Reuni 212 di Monas, Sabtu (2/12/2017) siang. 


Datang sebelum subuh, Titiek Soeharto begitu sampai Monas langsung berbaur dengan masyarakat. Pakaian serba putih bersih memenuhi lapangan Monas yang asri. Saat berbaur dalam kebersamaan yang begitu akrab dan penuh kekeluargaan itulah Titiek memakai master.

“Halo Bu Titiek, ayo foto bareng, sapa seorang ibu-ibu yang berpakaian serba putih dengan begitu ramahnya.

Setelah foto bareng, sang ibu itu langsung memposting di medsosnya. “Alhamdulillah bertemu bu @TitiekSoeharto, alumni 212 di Monas di acara Setahun Aksi Damai Islam Menjaga Spirit Ukhuwah 212,“ demikian isi twittnya.



Meski Titiek Soeharto tetap memakai masker, tapi tetap lagi-lagi ada yang ngenalin. Bahkan menjelang pulang tetap menjadi ‘sasaran’ untuk foto bareng, selfie-selfie dan kemudian mempostingkan foto di medsosnya.


Acara Reuni Akbar Alumni 212 ini diisi dengan berbagai kegiatan keagaman, seperti zikir bersama yang dipimpin oleh Arifin Ilham, nasyid, tilawah, dan pembacaan Al-Qur’an. Selain itu, ada juga berbagai sambutan, seperti di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para pimpinan organisasi kemasyarakatan serta pembacaan hasil Kongres Alumni 212. [opinibangsa.info / cnc]
KH Didin Hafidudin: Pencemooh Reuni 212 Tak Rasakan Nikmatnya Keimanan

KH Didin Hafidudin: Pencemooh Reuni 212 Tak Rasakan Nikmatnya Keimanan

Opini Bangsa - Mantan Ketua BAZNAS KH Didin Hafiduddin hadir dalam Reuni Akbar 212 di Monas, Sabtu (02/12/2017). Beliau memberikan taujih (arahan) di hadapan lautan peserta reuni.

Kiyai Didin menyatakan bahwa kenikmatan reuni ini hanya bisa dirasakan mereka yang memiliki iman. “Mereka yang mencemoohkan Reuni 212 tidak akan merasakan keindahan nikmat ini. Ini hanya bisa dirasakan orang beriman”, ungkap beliau.

Beliau mengajak para peserta untuk mensyukuri dan merawat persatuan ini. Beliau berharap persatuan ini akan melahirkan pemimpin yang baru untuk umat dan bangsa.

“Tidak ada yang mengalahkan kesatuan hati. In syaa Allah akan hadir gubernur yang suka berjamaah di tahun 2018,” ungkap beliau.

Kiyai Didin menyampaikan bahw kekuatan umat ada pada keberjamaahan.

“Kalau umat sudah sholat subuh berjamaah, akan berjamaah dalam ekonomi, dll. Bukan ekonomi kapitalistik, kuatkan sistem ekonomi syariah. Beli hanya dari orang-orang muslim. Saya yakin akan lahir dari alumni 212 kekuatan-kekuatan yang mampu memperbaiki NKRI,” pungkas beliau. [opinibangsa.info / kn]
Masya Allah... Pak Polisi Pimpin Sholawatan di Acara Reuni Akbar 212 Monas

Masya Allah... Pak Polisi Pimpin Sholawatan di Acara Reuni Akbar 212 Monas

Opini Bangsa - Lautan jutaan massa Umat Islam membanjiri Lapangan Monas dan jalan-jalan sekitarnya di acara Reuni Akbar 212 hari ini, Sabtu, 2 Desember 2017.

Acara bertajuk "Maulid Agung & Reuni Akbar 212" ini diisi oleh berbagai kalangan dan tokoh.

Dimulai dari Gubernur DKI Anies Baswedan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Tokoh Reformasi Prof. DR. Amien Rais, KH Ma'sum Bondowoso, Gus Nur, para Habaib dan ustadz-ustadz, dan puncaknya Ketua GPNF-Ulama Ustadz Bachtiar Nasir.

Yang mengejutkan adalah tampilnya Pasukan Asmaul Husna dari Polri yang memimpin Sholawatan dan lantunan Asmaul Husna.

Subhanallah... adeemmmm.. maknyesss...







Heboh! Gus Nur Sindir Keras Menteri Agama di Reuni Akbar 212

Heboh! Gus Nur Sindir Keras Menteri Agama di Reuni Akbar 212

Opini Bangsa - Acara kegiatan reuni akbar 212 masih berlangsung hingga siang ini di halaman Monumen Nasional (Monas).

Beberapa tokoh hadir sejak Sabtu dini hari, salah satunya adalah tokoh Nadhlatul Ulama (NU), Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Ia mengatakan bahwa para peserta 212 bukanlah pasukan nasi bungkus.

Selain itu, Gus Nur juga sempat menyindir Menteri Agama dalam orasinya.

"Saya gak melihat Menteri Agama, mana ini Menteri Agama? Acara LGBT segelintir orang anda datang nangis-nangis." sindir Gus Nur

Berikut selengkapnya melalui Video dibawah ini: